Troso Festival, Kenalkan Warisan Budaya Melalui Fashion Show

Setiap daerah pasti memiliki keunikan tersendiri. Keunikan itu menjadi modal untuk dapat menarik minat wisatawan berkunjung ke daerah tersebut. Seperti salah satu daerah di Jepara, yaitu Troso. Sebagian besar orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Troso, kalau MF sih baru denger ini, hehe kudet banget ya >.<

Troso adalah salah satu desa di Kecamatan Pecangaan, Jepara. Desa ini adalah sentra produksi kain tenun. Kain tenunnya sudah di ekspor ke berbagai negara. Sepintas menurut MF sih motifnya seperti Ulos, bukan bermotif batik. Continue reading “Troso Festival, Kenalkan Warisan Budaya Melalui Fashion Show”

Advertisements

Gulai Kepala Ikan Pak Untung Semarang

Jadi kemaren, MF abis dari Semarang. H+7 lebaran Semarang udah ngga terlalu macet, mungkin para pemudik juga udah pulang kemaren-kemaren. Dan waktu udah nunjukin jam makan siang, akhirnya MF memutuskan untuk mencari makan. Rumah makan banyak yang ramai, mungkin karena orang-orang udah bosan makan ketupat jadinya milih makan diluar aja hehe.

Akhirnya, pilihan MF jatuh pada salah satu rumah makan yang tempatnya luas, dan waktu itu lagi rame banget. Jadi ya kesan pertama MF itu pasti enak 😀 Gulai Kepala Ikan Pak Untung.

Jpeg
Pengunjung rame banget (dokumentasi pribadi)

Continue reading “Gulai Kepala Ikan Pak Untung Semarang”

Itinerary Backpacker ke Batu-Malang, Jawa Timur 2016

Menyambung postingan sebelumnya tentang backpacker ke Kota Batu-Malang, MF bakal sharing tentang itinerary MF waktu di sana. Pas banget kan udah mau musim liburan?

Oiya, MF kasih itinerary ini untuk pas di Kota Batu-Malang aja ya. Untuk transportasi dari daerah temen-temen bisa dikira-kira sendiri, hehehe. Kan kita beda asal cuy.

Jpeg
Stasiun Malang kota / Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300

Continue reading “Itinerary Backpacker ke Batu-Malang, Jawa Timur 2016”

Bubur Ayam mana Bubur Ayam!

Entah sejak kapan MF suka bubur ayam, sepertinya sejak MF kuliah jadi suka bubur ayam. Soalnya deket kampus ada bubur ayam yang enak, jadi MF ketagihan dah. Kebiasaan makan bubur ayam kebawa sampai ke Batu.

Setelah keluar stasiun kemaren nggak nemu bubur ayam, akhirnya hari ini MF memutuskan untuk berburu bubur ayam. Pagi ini, MF, Pikachu, dan Kurota, cari sarapan. Niat sih nyari bubur ayam, tapi jalan keluar perumahan sepi banget, nggak ada orang yang jual, sama sekali!

Continue reading “Bubur Ayam mana Bubur Ayam!”

Santap Pagi di Rumah Makan Sukorejo

Salam makan makan…!

Menyambung artikel sebelumnya, MF bakal bahas rumah makan Sukorejo. Rumah makan yang MF singgahi sebelum ke Baturraden.

Nah, RM Sukorejo ini milik Bu De nya Ima, disana MF dan teman-teman makan gratis, hehehe. Tapi, MF pasti bakal kasih tau kalau harga makanan disini masih bersahabat. Sesuai lah sama kantong traveller.

Continue reading “Santap Pagi di Rumah Makan Sukorejo”

Soto Sokaraja, Soto dengan Sambal Kacang yang Khas

Ini nih MF bakalan bahas soto Sokaraja. Soto Sokaraja sebenarnya ya soto biasa, ya soto yang biasa kamu temuin di tempat-tempat lain. Ya ada kuah, mie, daun bawang, ya gitu deh.

Nama Sokaraja sendiri diambil dari nama salah satu kecamatan di kabupaten Banyumas, yaitu Sokaraja. Selain soto Sokaraja, Sokaraja punya makanan khas lain yaitu getuk goreng.

Nah, kali ini MF makan di Soto Sokaraja Sungeb 1. Kata om nya Ima sih ini terkenal. Hehe mana aja deh om yang penting makan. Continue reading “Soto Sokaraja, Soto dengan Sambal Kacang yang Khas”

Sate Buntel H Kasdi Solo

Salam makan-makan!

Kali ini MF bakalan review makanan dari Solo. Entah ini khas Solo atau enggak ya, kayaknya iya deh. MF nyoba ini karena MF penasaran sama bentuknya, so pasti rasanya juga lah.

Inilah sate buntel…..!

Inilah sate buntel (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Inilah sate buntel (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Sate buntel ini dibuat dari bahan daging kambing yang dihaluskan lalu disatukan dalam tiga tusuk sate, lalu dikepal-kepal hingga berukuran satu kepalan tangan kemudian dibungkus dengan alumunium foil dan dibakar. Yang masih mentah, a.k.a belum dibakar, bentuknya kayak Chum nya si Plankton, hahaha.

Namanya juga buntel, ya bakarnya juga di buntel. Buntel dalam bahasa Jawa artinya bungkus, jadi ya serba bungkus gitu.

Tampilannya seperti sate lilit Bali, tapi tusuknya tetep tusuk sate dari bambu gitu nggak pakai tusuk batang serai kayak sate lilit. Bumbunya juga pakai bumbu kecap.

Sate buntel sebelum dibakar (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Sate buntel sebelum dibakar (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Menurut MF, sate buntelnya enak, empuk dan nggak bau kambing. Cuman yang bikin MF agak kurang sreg bumbunya itu loh. Nggak masalah sih bumbu kecap, tapi nggak pedes. Cuman kecap, irisan bawang merah, irisan tomat, sama irisan kol, udah itu aja nggak ada cabai-cabainya. Padahal waktu itu MF udah bilang pedes dan masnya jawab “iya!.”

Kalau mau pedes pakainya merica bubuk yang ada di meja situ. Tapi ya namanya merica, pedesnya beda juga kan ama cabai. Pelajaran kalau kesini bawa cabe bubuk sendiri hehehe.

Untuk lokasi, terletak di depan Pasar Ayu Balapan, dekat stasiun Solo Balapan, cari aja tuh nama rumah makannya “Sate Kambing ‘H Kasdi'”. Menunya juga nggak cuma sate buntel dan sate kambing, ada juga tengkleng, tongseng, gule, dan nasi goreng.

Pasar Ayu Balapan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Pasar Ayu Balapan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Untuk masalah tempat makan yaa lumayan laah, standar rumah makan nyaman. Cuman mungkin karena kemaren pas MF kesana lagi rame jadi pelayannya ribet beresin meja sama melayani pelanggan, jadilah agak berantakan.

Harga nasi + sate buntel satu porsi Rp 18.000. Itu belum pakai minum, paling pakai air mineral pas lah Rp 20.000. Satu porsi sate buntel nggak sebanyak sate kambing biasa ya yang biasanya ada 10 tusuk, kalau sate buntel cuma 2 tusuk! Iya cuma dua tusuk.

Spanduk rumah makan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Ini nih penampakannya dari luar (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Kalau masalah pelayananan si mas-mas yang jual ramah sih, kamu mau tanya-tanya sama dia juga mungkin bakal ditanggapin, asal nggak tanya yang aneh-aneh!

Udah kayaknya segini dulu reviewnya, kalau mau ngerasain ya udah kesana. Eh tapi setelah makan sate buntel, MF jadi ketagihan sate buntel nih, yang tau lokasi sate buntel yang enak banget boleh kok komen, mari 😀