Sepanjang Jalan Kenangan di Pulau Panjang

Kalau orang bilang Jepara itu Kota Ukir, bagi MF Jepara bukan hanya Kota Ukir, tapi juga Kota Pantai. Iyap, pantai di Jepara banyak banget guys! Tapi selama di Jepara, MF hanya mengunjungi 3 pantai, salah satunya Pulau Panjang ini.

MF dan 8 teman MF berencana ke Pulau Panjang sejak pagi, jam 6 pokoknya udah berangkat, itu sih niatnya. Tapi, karena suatu hal jadi berangkatnya telat 3 jam dari jam seharusnya. Jadi menurun gitu mood nya, tapi yaudah sih ya. Akhirnya kami berangkat ke Pulau Panjang.

IMG_2108
Pemandangan ini akan kita lihat setelah turun dari Perahu / Dokumentasi pribadi

Pulau Panjang ini nggak bisa kesana langsung melalui jalur darat. Namanya juga pulau, jadi yah lewat pantai dulu baru bisa sampai. Jujur aja MF deg-deg an mau ke pulau, karena pastinya menyeberangi lautan kan? Nah tu dia yang bikin MF takut! MF punya thalassophobia, jadi kalau lihat air yang banyak begitu jadi parno. Selalu muncul pikiran macam-macam, entah yang ada hiu, ikan paus, atau monster-monster laut raksasa, hiiih…!!! Ada tawaran snorkeling dari teman MF, awalnya ragu, tapi akhirnya MF memberanikan diri untuk berkata, “Boleh deh snorkeling, nggak dalam kan?“. Ngetes kemampuan MF aja sih sebenernya hehehe.

FYI, MF mau kasih tau kalau ke Pulau Panjang bisa diakses dari Pantai Kartini atau Pantai Bandengan. MF pilih menyeberang dari Pantai Kartini, yang katanya lebih cepat.

Nah, jadinya MF ke Pantai Kartini dulu kan. Sialnya di Pantai Kartini entah karena kami yang nggak tau atau emang begini, jadi parkiran motor susah dicari. Dan ternyata emang nggak ada tempat parkir resminya, jadi ya kita pilih tempat teduh aja buat parkir. Menurut MF kurang bagus sih karena jadi nggak rapi gitu kelihatannya dan petugas juga nggak ngarahin gitu, cuma nunjuk “kesana mbak” #bodoamat (-_-“)

Setelah muter-muter, akhirnya ketemu deh tempat teduh yang pas buat naruh motor. Nggak nunggu waktu lama, kami langsung menuju ke perahu untuk nyebrang ke Pulau Panjang. Perahu yang disiapkan ada banyak, tapi mungkin nggak berangkat semua karena tergantung cuaca. Harga tiket dua kali nyebrang (menyeberang ke Pulau Panjang dan menyeberang kembali ke Pantai Kartini) seharga Rp 20.000.

Kenapa MF milih Pantai Kartini buat nyeberang? Karena Pantai Kartini lebih dekat dari tempat MF menginap. Yang kedua, menyeberang dari Pantai Kartini juga lebih cepat sampai di Pulau Panjang, dan hal itu terbukti karena nggak sampai satu jam MF udah sampai di Pulau Panjang.

Saat itu Pulau Panjang lagi ramai banget, maklum Hari Minggu. Bahkan ada rombongan yang juga datang, jadi makin rame. Turun dari perahu, kita harus melewati semacam jalan dari kayu gitu untuk menuju bibir pantai. Masuk di Pulau Panjang, kita akan disambut gapura bertuliskan “Selamat Datang di Pulau Panjang”, yang sepertinya gapura itu dibuat oleh salah satu perguruan tinggi di Semarang.

IMG_2138
Banyak orang di pantai / Dokumentasi pribadi

Begitu masuk, MF lihat sekeliling, sepertinya tempat ini yang dijadikan lokasi snorkeling. MF jadi kurang bersemangat lagi, akhirnya nggak jadi snorkeling juga. Nggak ada nemo yang terlihat 😦

Nah setelah melewati gapura ini, kita bakal disambut para penjual cinderamata, penjual makanan, semacam pasarnya Pulau Panjang gitu. Tapi entar dulu deh kalau mau beli-beli, mending pas pulang aja, soalnya nanti kalian ribet kalau udah beli di awal.

IMG_2110
Pasar di dekat gapura masuk Pulau Panjang / Dokumentasi Pribadi

Di Pulau Panjang rupaya udah disentuh oleh tangan-tangan kekinian, ini bisa dilihat dari plang jalan yang tertulis di pertigaan jalan setapak. Trus banyak peringatan-peringatan seperti jangan buang sampah sembarangan dan semacamnya.

Untuk mencapai bibir pantai, kita harus melewati jalan setapak yang kanan kirinya banyak pepohonan. Disini ada satu pohon yang bikin MF ngeri. Jadi, pohon itu udah nggak ada daunnya, batangnya juga udah patah, sepertinya juga habis terbakar entah dibakar. Nah, ada yang buat di pohon itu gambar mata, hidung, dan mulut persis wajah manusia. Tapi horor, serius! Berasa kamu dilihat Pennywise.

IMG_2114
Pennywise tree / Dokumentasi pribadi

Jadi, poin di Pulau Panjang ini nggak cuma pantainya guys, tapi ada semacam jembatan yang menjorok ke laut. Nah, disana kita bisa foto-foto tuh dengan background laut. Tapi hati-hati ya, karena di bawahnya langsung laut, walaupun nggak dalam sih tapi terumbu karang cukup banyak jadi takutnya kalau jatuh kena anggota tubuh dan berdarah.

IMG_2134
Bisa foto di sini guys, hati-hati jatuh ya! / Dokumentasi pribadi

Next, tentu saja MF ke pantainya. Sebenarnya pantainya bagus, pasir putih, air hijau kebiruan bergradasi, sayangnya masih banyak sampah di sana. Memang di Pulau Panjang memperbolehkan siapa saja berkemah di Pulau Panjang bukan di pantai, tapi dasar manusia nggak tau kebersihan, sampah berserakan dimana-mana. Padahal, sudah ada plang bertuliskan:

  1. Dilarang mendirikan tenda
  2. Dilarang mengikat hammock
  3. Dilarang mengikat jemuran
  4. Dilarang membuang dan membakar sampah
IMG_2146
Dibaca dulu larangannya! / Dokumentasi pribadi

Tapi masih saja ada yang mendirikan tenda dan membakar sampah disana, benar-benar merusak keindahan.

IMG_2144
Cari tempat lain kenapa sih -_- / Dokumentasi pribadi

Ombak di Pulau Panjang nggak terlalu besar, nggak banyak juga yang berenang apalagi surfing. MF juga cuma main-main di pinggir pantai, pinggir banget hahaha. Di dekat pantai juga ada batang pohon tumbang yang mungkin sengaja diletakkan di bibir pantai. Buat yang bawa banyak barang, mending dibawa aja deh, atau lebih baik ya nggak usah bawa banyak barang karena di sini nggak ada tempat penitipan, kecuali kamu punya temen untuk dijadikan tumbal buat jagain barang hehehe 😀

Untuk kembali pulang ke Pantai Kartini, kita harus naik perahu lagi dan nggak dipungut biaya lagi. Jangan salah ya, jadi ada dua warna perahu untuk membedakan perahu itu ke Pantai Kartini atau ke Pantai Bandengan. Jangan sampai salah naik ya, bisa-bisa kamu yang harusnya naik perahu ke Pantai Kartini malah jadinya ke Pantai Bandengan, kan nggak lucu.

Oiya, di sepanjang jalan pulang, tentu kami melewati jalanan Kota Jepara. Nah, jalanan di Jepara ini sepi banget, padahal itu hari Minggu dan siang hari. Sepiiiii banget, padahal banyak tempat wisata kan ya. Mungkin warga Jepara lebih suka menghabiskan liburan di rumah, jadi pada males keluar.

IMG_2170
Jalanan kota Jepara yang sepi / Dokumentasi pribadi

NB: Di Pulau Panjang ada sinyal guys! 4G malah, bahkan jaringan susah semacam Th*ree juga ada sinyal. Jadi nggak usah khawatir di pulau kamu nggak bisa update sosial media. Dan lagi, di Pulau Panjang ada mushola dan toilet, jadi jangan buang air sembarangan ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s