Misteri Lukisan RMP Sosrokartono di Museum RA Kartini Jepara

Jadi ceritanya lagi gabut karena nggak ada kegiatan, akhirnya MF dan temen-temen MF memutuskan untuk keliling kota Jepara. Dari desa tempat MF menginap jaraknya cukup dekat dengan kota, yaitu sekitar 30 menit berkendara dengan motor.

Waktu itu tujuan pertama adalah swalayan yang ada di Jepara, sepertinya ini satu-satunya swalayan besar di Jepara, namanya Saudara. Sampai di sana udah siang, sekitar pukul 1, tapi pengunjung yang terlihat masih sangat jarang bahkan terkesan sepi, parkiran pun tak nampak ramai dipenuhi kendaraan.

IMG_1087
Patung setengah badan RA Kartini di depan pintu masuk / dokumentasi pribadi

Pulang dari Saudara, MF lanjut ke kota Jepara. Tujuan selanjutnya adalah Museum RA Kartini yang ada di dekat alun – alun Kota Jepara. Suasana kota saat itu cukup ramai, di alun – alun juga sudah banyak penjual yang menjajakan dagangannya, kebanyakan sih jualan makanan atau minuman. Di alun – alun sendiri menjadi arena olahraga bagi masyarakat. Nggak Cuma buat olahraga sih, ada juga mainan – mainan buat anak – anak. Tapi, alun – alun bukan tujuan MF, melainkan museum RA Kartini.

Museum sangat sepi, bahkan di parkiran motor nggak ada pengunjung lain selain MF. MF sempat mengira bahwa museum udah tutup, soalnya udah hampir sore juga, dan ternyata belum.

IMG_1062
Ruangan di museum RA Kartini / dokumentasi pribadi

Begitu masuk gerbang, kita akan disambut patung setengah badan dari RA Kartini. Mungkin patung ini terbuat dari tembaga, soalnya agak mengkilap gitu.

Nggak jauh dari patung, langsung kita ke pintu masuk. MF sempat kagum karena museum RA Kartini udah makin bagus dan makin modern, berbeda dengan keadaan 4 tahun lalu waktu MF ke museum ini.

Begitu masuk museum, kita akan disambut bangunan baru dengan arsitektur modern. Dibuat meliak liuk biar kesannya mewah gitu. Nggak terkesan horor, biasanya kalau museum kan horor-horor gimana gitu kan ya?

Meskipun ruangan sudah dipercantik, harga tiket masuk terbilang murah. Untuk hari Senin – Jum’at, anak-anak yang masuk dikenakan biaya Rp 2.000, sedangkan orang dewasa Rp 3.000. Kalau di hari Minggu atau hari libur naik Rp 1.000, anak-anak menjadi Rp 3.000 dan orang dewasa menjadi Rp 4.000. Murah kan? Murah banget malah! Kadang MF heran kenapa orang-orang malas ke museum, MF sendiri seneng sih ke museum, selain bisa belajar, paling tidak kita bisa tau kota tempat kita berada ini dulunya ada apa dan seperti apa.

Sempat kasihan sama bapak-bapak yang jaga museum, kayaknya suntuk banget gitu hehehe. Yaa mungkin karena udah mau pulang kali ya, dan capek jaga dari pagi sampai sore sendirian di museum.

Benda-benda yang dipajang di museum RA Kartini ini kebanyakan adalah benda-benda yang dulu pernah dipakai RA Kartini, misalnya dakon atau congklak, seperangkat meja dan kursi di rumah RA Kartini, ukiran yang digunakan untuk hiasan rumah, bothekan (semacam laci untuk menyimpan obat dan benda kecil lain), mesin jahit, dan lainnya. Paling banyak sih lukisan dan foto orang yang berhubungan dengan RA Kartini.

Museum ini juga nggak cuma ada 1 ruangan, tapi ada ruangan lain dimana menyimpan benda peninggalan selain milik RA Kartini. Di ruangan sebelah lebih sepi dan tempatnya tidak se-modern ruang museum RA Kartini. Kebanyakan yang disimpan disini adalah batu peninggalan, tulang-tulang, patung, hingga koin zaman dahulu.

Nah, di ruang ini nih terdapat fosil ikan yang besar banget. Entah itu ikan apa MF lupa, pokoknya panjang banget, 5 meter lebih deh, beratnya juga ada berapa ton gitu mungkin. Jangankah makan 1 manusia, ikan segede itu bisa makan 2 sampai 3 manusia sekaligus!

Yang menarik menurut MF adalah salah satu lukisan di ruangan museum RA Kartini. Ada satu lukisan yaitu lukisan RMP Sosrokartono. Jadi lukisan ini diletakkan berdiri di lantai, enggak digantung. Saat itu, MF dan tiga temen MF berfoto di sisi kanan dan kiri lukisan. Ceritanya mau ngikutin gaya RMP Sosrokartono di lukisan itu.

MF dan satu temen MF ambil posisi di sebelah kanan lukisan, sedangkan dua temen MF yang lain di sisi kiri lukisan. Waktu di foto, temen MF yang ambil foto bilang, “Kalian foto kok nggak sama hadapnya?“.

Nggak sama gimana? Kita pose kayak lukisan kok“.

Mana ada! Kamu lihat kanan, dia lihat kiri

Lah!

Jadi kalau dilihat dari sisi kanan di tempat MF, pose RMP Sosrokartono menghadap ke kanan, dan di tempat temen MF yang ambil posisi kiri, lukisan RMP Sosrokartono menghadap ke kiri. How to explain it?

sosro
Lukisan RMP Sosrokartono / dokumen pribadi

Terlepas dari itu semua, yaudah lah ya, mungkin beliau yang di lukisan cuma pengen lihat tamu yang datang ke tempat mereka 😀

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s