Review Film Pengabdi Setan 2017

Lagi-lagi MF ditantang nonton film horor, siapa takut? Dibayarin pulak, hahaha 😛 Pergilah MF sama temen MF ke bioskop. Karena nyari jadwal yang kami sama-sama bisa, akhirnya terpilihlah nonton pukul 20:50. Asyik kan ya nonton horor malam-malam gini.

Awalnya MF disuruh pilih, Pengabdi Setan atau Ruqyah. Lihat jadwal di bioskop ternyata Ruqyah udah nggak tayang, akhirnya setelah lihat trailer Pengabdi Setan, langsung aja MF pilih Pengabdi Setan.

Sebelum nonton film ini, MF cuma searching trailer di YouTube aja. MF juga nggak terlalu gimana gitu sama film ini awalnya. Soalnya film horor Indonesia biasanya kan sedikit mengecewakan #maafkan 😦Jadi ceritanya, ada sebuah keluarga yang tinggal di tengah hutan, terdiri dari ayah (Bront Palarae), ibu (Ayu Laksmi), nenek (Elly D. Luthan), empat orang anak yang terdiri dari Rini sang anak sulung (Tara Basro), Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Annuz), dan si bungsu Ian (M. Adhiyat). Yap, rumah mereka ada di tengah hutan dan di depan rumah mereka adalah kuburan.

keluarga-para-pengabdi-setan-BookMyShow-Indonesia-e1506075844901
Keluarga Ibu, btw Rini lebih terlihat sebagai ibu daripada anak / Gambar via Google

Ibu dulunya adalah seorang penyanyi yang sangat hits, lagu hits-nya adalah Kelam Malam yang kerap diputar oleh Rini dan di radio. Sayangnya, ibu kini mengidap penyakit aneh selama 3,5 tahun belakangan. Bahkan, ibu tidak bisa beranjak dari tempat tidur, sepanjang hari hanya berbaring di kasur. Ibu menggunakan lonceng ketika ia membutuhkan bantuan.

Keadaan ekonomi keluarga semakin memburuk, ayah sudah menggadaikan rumah yang mereka tinggali, motor pun ikut dijual. Ibu yang dijadikan tulang punggung karena merupakan penyanyi sudah tidak bisa diandalkan lagi. Bahkan ketika Rini meminta royalti dari lagu-lagu ibu ke pihak radio, pihak radio tidak memberikannya karena dirasa lagu-lagu ibu sudah ketinggalam jaman dan sudah jarang di request.

Rumah sudah mulai aneh ketika ibu sakit, tapi keluarga tidak menghiraukannya. Ayah yang lebih tahu kondisi ibu, bahkan ayah sebenarnya tahu penyebab ibu mengalami sakit seperti itu. Tony lah yang pertama kali menyadari keanehan ibu saat ia menyisir rambut ibu, ia menemukan rambut kusut berwarna cokelat, padahal ibu berambut lurus dan hitam.

Waktu lihat ibu-nya dalam kondisi sakit, MF sempet kaget karena wajah ibu udah kayak hantu. Serius, wajahnya pucat gitu dan pakai baju putih, mendukung kan ya.

Belakangan diketahui kalau ibu menderita sakit seperti ini dikarenakan ibu mengikuti sekte kesuburan. Jadi dulu pernikahan ibu dan ayah tidak direstui oleh nenek karena ibu seorang seniman dan tidak bisa memiliki keturunan. Oleh karena itu, ibu ikut sekte kesuburan agar punya anak. Anak-anak yang dilahirkan ibu juga sebenarnya bukan anak dari ayah karena keempat empatnya memiliki wajah yang berbeda.

Keadaan makin nggak tenang, setiap hari selalu ada teror di rumah. Hendra (Dimas Aditya), anak dari Pak Ustadz (Arswendi Nasution), mencoba membantu keluarga Rini. Awalnya Rini nggak percaya dengan hal mistis, tapi setelah mereka datang ke rumah Budiman (Egy Fedly), yang merupakan teman nenek, barulah Rini mulai percaya.

Rumah semakin mengerikan, nenek sudah meninggal dan ayah pergi merantau mencari nafkah. Tinggallah mereka berempat di rumah horor itu. Pada suatu malam, karena ketakutan akhirnya mereka pergi ke rumah Pak Ustadz. Dan paginya, ketika Hendra pulang membawa petunjuk dari Budiman, ia mengalami kecelakaan hingga membuatnya meninggal.

Teror ternyata nggak hanya di rumah keluarga Rini, tapi sampai juga di rumah Pak Ustadz. Untungnya ayah datang dari rantauan dan mengajak mereka pulang. Pas banget ini mah! Trus balik lagi deh mereka ke rumah horor.

Teror makin menjadi-jadi, bahkan terang-terangan setan bermunculan. Fyi, Budiman adalah penulis buku tentang hal misits-mistis gitu dan Budiman tahu betul mengenai sekte kesuburan. Ternyata apa yang ditulis Budiman tentang sekte kesuburan benar. Beberapa malam kemudian, ada segerombolan pengikut sekte yang mendatangi rumah untuk memberi peringatan bahwa anak terakhir dari pengikut sekte kesuburan akan diambil, yap anak terakhir itu adalah Ian.

Akhirnya, ibu sendiri juga datang untuk mengajak Ian ikut mereka. Iya bener, ibu datang sendiri ke Ian! Doi bawa lonceng gitu sambil giring Ian.

Ayah, Rini, Tony, dan Bondi terhimpit diantara zombie-zombie yang mengepung rumah mereka. Ketika para zombie hendak membobol pintu rumah, ternyata ada arwah nenek yang menahan, sweet banget neneknya :’)

Dan tiba-tiba juga Budiman datang, mungkin Budiman juga tahu mereka bakal diteror begini jadi doi datang dengan membawa mobil dan menyelamatkan Ayah, Rini, Tony dan Bondi. Ian lah satu-satunya manusia hidup yang ditinggalkan bersama para zombie itu. Fyi, Pak Ustadz justru meninggal di sini saat setelah beliau melihat Hendra.

Ending-nya, ehm… entahlah, nggak jelas menurut MF. MF juga nggak tahu pasti maksud dari bagian terakhir itu. Muncul sepasang kekasih, Batara (Fachry Albar) dan Darminah (Asmara Abigail), yang merupakan tetangga keluarga Rini ketika mereka pindah di rumah susun. Kayaknya Batara dan Darminah ini juga pengikut sekte kesuburan gitu, mereka baik ke keluarga Rini ada maksudnya deh. Nggak tahu lah ya.

Ceritanya memang horor, tapi dibalut komedi juga. Kebanyakan komedi ada di bagian Bondi dan Ian. Ada beberapa bagian yang menurut MF horor banget. Pertama saat Rini terbangun gara-gara dengar lonceng ibu berbunyi. Ketika masuk kamar, Rini mendapati ibu sudah berdiri di depan jendela. Nah! Waktu ibu nengok dan meringis gitu, itu creepy banget bray! Udah wajahnya horor, meringis pulak! Untung Rini cuma mimpi.

Trus bagian horor kedua adalah waktu Ian dan Bondi kelar dari kamar mandi. Mereka takut melihat foto ibu dan berniat menutup foto itu dengan kain putih. Eh ternyata malah kain yang ditutupkan membentuk tubuh manusia. Siapakah itu?

Horor selanjutnya, ehm bagi MF ini serem serem thriller gitu ya, itu waktu Hendra kecelakaan. Kasihan gimana gitu, udah doi nggak pakai helm, masuk ke kolong mobil, wajahnya kegesek aspal, ih ngeri! Kebayang tuh perihnya 😦

Horor selanjutnya adalah ketika Bondi ada di kamar berdua dengan Ian. Ian menghadap jendela dan mengucapkan sesuatu, padahal sebelumnya Ian adalah tuna wicara. Eh waktu ditanya Bondi, “Ian, kamu ngapain?“, trus Ian jawab, “Lagi ngomong sama temen“. Gils itu creepy banget! Abis itu Ian jalan keluar sambil ketawa-tawa, image Ian yang lucu berubah jadi serem.

MF juga nggak tahu sebelumnya kalau film Pengabdi Setan ini adalah remake dari film Pengabdi Setan tahun 1980. MF juga nggak berniat buat nonton Pengabdi Setan yang 1980 sih, karena kalau di YouTube kualitas gambar kurang bagus, hehehe. Tapi nggak tahu nanti kalau MF berubah pikiran.

Munculnya film Pengabdi Setan ini merubah pandangan MF dari yang tadinya nggak mau banget nonton film horor Indonesia jadi mau nonton, yaa karena banyak adegan tak senonoh biasanya. Tapi, setelah nonton film Pengabdi Setan ini, MF narik kata-kata MF lagi soal film horor Indonesia yang mengecewakan. Mungkin film-film horor Indonesia berikutnya bakal ikutan serem kayak ini. Semoga aja ya!

Dan mengulang kejadian Valak di film The Conjuring, ibu yang sosoknya horor disini justru dibuat lelucon. Banyak banget meme #ibusudahbisa yang beredar. Ngakak banget deh!

Keseluruhan cerita, MF kasih nilai 9 dari 10. Keren beneran, nggak nyesel nonton. Sering-sering ya Indonesia buat film bermutu gini.

22221411_131077034211953_8590133015194107904_n
Nggak cuma nyanyi, #ibusudahbisa maen gitar / Gambar via Google
664xauto-ngakak-meme-nyeleneh-ibu-sudah-bisa-karya-netizen-indonesia-1710063
#ibusudahbisa nganterin adek sekolah 😀 / Gambar via Google
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s