Malam yang Panjang Bersama Para Lelaki

Liburan tahun baru masih tersisa. MF masih asyik berkutat dengan internet meskipun waktu udah nunjukin pukul 11 malem. Seperti biasa, MF sering cek email setiap hari dan pas di malam itu kakak MF bilang dia kirim email, jadilah MF cek email. Dan ternyata, selain email dari kakak MF, ada email lagi yang nongol. Dari delegates manager, trus isinya CONGRATULATION dan bla bla bla gitu. MF pikir itu email iseng atau apa, eh pas dibuka….

Alhamdulilah…….. 😀

MF dan tim kembali diberi amanah untuk berkompetisi di Universitas Indonesia. Wuiiih keren nggak tuh? MF lupa sebenernya ikut kompetisi ini dan pengumuman kapan, yang penting ngumpulin paper atau karya tulis gitu, urusan lolos enggak belakangan, hehehe. Kompetisi ini namanya The 12th MIST UI. Jadi awalnya seleksi dulu, kita-kita yang mau ikut ngirim paper, trus kalo lolos ya ke UI lomba lagi, kita presentasi trus conference.

Jadi skip aja ya lombanya gimana, karena disini MF nggak cerita ke lombanya, biar para pelaku yang menilai sendiri-sendiri hehehe. But, so far is so good. Selama MF di UI, meski atmosfer kompetisi ada, tapi nggak begitu terasa. Malah berasanya kita kayak makrab angkatan, udah pada akrab banget meskipun kami dari berbagai universitas dan baru kenal.

Oke oke, karena pada minta gimana lombanya, jadi hari pertama kita ada welcoming party, trus hari kedua presentasi paper. Hari ketiga dan keempat seminar, hari ke lima workshop dan hari keenam conference and gala dinner. Pokoknya seru semuanya, sayang kalo terlewatkan.

Jadi MF berangkat ber enam, dengan lima teman MF. Rea, Resi, Aal, Rizky, dan Dipta. MF kembali sekelompok sama Aal, ditambah Rea. Sisanya mereka satu kelompok, jadi ada dua kelompok.

Di hari ke tiga, Resi nggak ikut seminar. Doi ke rumah saudara yang katanya deket situ, silaturahmi. Oke deh, berkurang satu teman kita. Trus di hari yang sama, Rea ikutan cabut abis seminar. Doi jalan sama temennya. Yah akhirnya tinggal MF, Aal, Dipta, sama Rizky. Disini MF cewek sendiri. Kalau mau langsung balik ke rumah kan nggak asyik ya, hehehe. Oiya, FYI nih, MF di Depok nginep di rumah temen MF, Yogi. Jadi masalah penginapan bisa teratasi, hehehe. Big thanks to you, Yogi!

Yaa… karena kami males balik duluan, akhirnya kami berempat merencanakan untuk jalan dulu sebelum balik. Jadilah kami ke Depok Town Square, kebetulan UI deket situ. Tapi, sedeket-deketnya UI sama Detos kalau jalan, jauh juga. Dan beneran, kami berempat jalan. Lewat gang-gang sempit, stasiun Pondok Cina, dan sampailah di Detos. Serius ini capek banget, mana sampai Detos udah jam setengah sembilan dan detos tutup jam 10, kalo nggak salah lagi ya hehehe. Pokoknya sampai sana kita udah hampir pada tutup toko-tokonya.

Jpeg
Kita lagi nyanyi guys, untung nggak denger hehehe (dokumentasi pribadi, taken by Asus Zenfone)

Karena nggak pada belanja, akhirnya kami memutuskan untuk karaokean. Pas disono ada promo kalo karaoke 30 rb per jam, gilsss murah amat! Jadilah kami berkaraoke, dan para lelaki ini juga lagi pengen karaoke.

Begitu masuk, langsung dah dikasih tagihan, nggak masalah sih tapi masalahnya kenapa di tagihan tiba-tiba jadi 55rb gini? Akhirnya setelah diselidiki karena ini tarif malam, jadi beda deh sama yang siang. Yaudah deh kita terima.

Akhirnya kita happy happy dah nyanyi, walaupun suara kami nggak enak enak banget didenger hehehe. Kami ambil paket yang satu jam, iyalah orang udah malem juga. Kami jalan gini juga gara-gara Rea sama Resi jalan sama keluarga dan temennya, biar nggak kalah dan biar bisa pamer ke mereka hehehe.

Akhirnya udah sejam kami nyanyi-nyanyi, dan it’s time to go back. Pas keluar, kita mau bayar nih, dan si kasir kasih tagihan baru lagi dan tertera billnya 75rb. Gilsss…!!! Gimana ceritanya? Kami juga nggak lewat waktu, nggak pesen makanan atau minuman, nggak aneh-aneh, bisa gini yak? Dengan tampang polos akhirnya kami bayar. Dan begitu keluar dari TKP, kita ngomongin masalah ini.

Gimana menurut kalian? Awalnya dari 30rb ke 55rb karena jam malam dan siang beda, it’s okay lah ya. Tapi tiba-tiba jadi 75rb? Kenapa nggak sekalian dari awal bilang 75rb, kan kita nggak kaget gini. Yaaa akal-akalan si pemilik karaoke aja lah ya. Udah sih, abis itu kami balik, orang udah malem juga. Dan jalanan Depok masih ramai, dengan bunyi klakson yang masih tegas dan deru angkutan yang semakin malam semakin ramai saja. Kami akhirnya pulang.

Di rumah, ternyata Rea udah sampai duluan. “Kalian lama banget?”, tanya doi. Kami cuma senyum-senyum dan langsung mandi, hehehe.

Pelajaran dari kisah ini, jangan langsung percaya sama tulisan ya 🙂 Udah sih gitu aja.

Advertisements

Author: imissforest

I wanna be a special with different skill and I like to be inspiration for everyone

2 thoughts on “Malam yang Panjang Bersama Para Lelaki”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s