Tenggelam dari Peradaban di Pantai Maron

Orang bilang Semarang itu nggak punya pantai, hmm, kata siapa? Ada kok, walaupun nggak sebagus pantai di Jogja dan sekitarnya. Tapi setidaknya ada kan?

Di Semarang paling tersohor sih pantai Marina, tapi MF nggak mau ke pantai itu, pengen yang lain. Akhirnya terpikirlah satu pantai yang ada di Semarang, yaitu pantai Maron. Mulailah MF rencanain ke pantai Maron sama sohib MF, Santika.

Pas banget kami lagi libur dan harinya sama, jadilah kami merencanakan ke pantai Maron. Nggak ada satupun dari kami yang tau letak persisnya pantai Maron, bekalnya cuma Google Maps, hehehe.

Kira-kira pukul 8 pagi, kami berangkat dari Jalan Sriwijaya. Langsung dah tu aktifkan lokasi, buka aplikasi Google Maps. Google Maps memandu kami ke arah Bandara Ahmad Yani. Sebelumnya MF udah cari sih dimana itu pantainya, ternyata lokasinya di Semarang Barat dan di belakang bandara. Percaya nggak percaya sih, jangan-jangan ini peta tahun 90-an :p

Cuek ah, yang penting berangkat aja, urusan nyasar itu belakangan. Gini enaknya kalo jalan bareng sohib dan nggak ada yang tau jalan, cuma ngandelin Google Maps, go with the flow aja gitu, serunya kalo udah nyasar, hehehe.

Kami digiring Google Maps sampai Bandara Ahmad Yani. Sampe disitu MF mulai aneh, bener nggak ya? Emang belakang bandara ada pantai? Perasaan cuma sawah? Eh nggak tau juga sih.

Si Google Maps tetep giring kami menuju daerah bandara. Trus digiring ke perumahan yang ada di deket bandara. Makin bingung dah tuh, emang ada pantai disono?

Sebenernya sebelum masuk kampung ada suatu jalan, jalannya masih tanah gitu, becek, karena abis ujan, dan jalan itu ditutup portal. Tapi, ada tulisan “Pantai Maron” trus arah panah ke jalan itu. Google Maps mengarah ke situ juga sih, cuman emang bener ya? Orang jalannya ditutup gitu?

Trus ada bapak-bapak naik sepeda lewat dari sisi samping portal itu. Kita ngikut dah. Untung naik motor, bisa nyelip-nyelip kan.

Akhirnya kami memasuki jalanan yang berbatu dan bertanah. Jalannya panjaaaaaang bangettt, banget banget banget panjaaang! Kayak nggak berujung gitu, bener deh! Kanan kirinya sawah dan sungai. Iya bener ini belakang bandara, ada semacam tempat latihan penerbangan atau apalah itu namanya. Kami jalan terus.

IMG_6656
Jalan menuju pantai Maron (Dokumentasi pribadi, taken by Canon PoweShot A2300)

Jarang nemu orang yang lewat dijalan itu. Horor, pas itu masih musim begal btw. Dan kami hanya berdua, walaupun siang sih, tapi kan ngeri ya suasana kayak gitu dan sepi banget. MF udah mikir sih, misal ada yang macem-macem pukul pake helm aja kepalanya, hihihi.

Tiap ketemu orang, Santika nyapa, wkwkwk geli aja, kita nggak kenal loh padahal. Tapi itu sih yang unik dari Santika, semua orang disapa πŸ˜€

Kami masih pede jalan terus, soalnya si Google Maps juga masih lurus aja jalannya, dan gimana mau belok nggak ada belokan gini.

Akhirnya MF liat di kanan jalan ada tanaman bakau, banyak banget. Bagus juga sih, melihat tanaman bakau yang tumbuh subur dan dihampiri oleh burung-burung. Feeling udah deket pantai nih. Dan bener!

Di depan sejauh mata memandang MF liat gunungan ombak. Wiiii pantaaiiii! πŸ˜€ Liat air aja MF udah seneng loh! Tapi begitu mendekati pantai, MF melongo. Iya melongo, heran aja gitu, nggak sesuai ekspektasi. MF pikir karena pantai Maron nggak serame pantai Marina, jadi sepi dan berasa pantai sendiri gitu, tapi enggak.

Jadi begitu menjejakkan kaki di sekitar pantai, MF sama Santika langsung disamperin ibu-ibu yang punya warung situ, dimintai uang Rp 5.000, ya sebagai parkir dan tiket masuk sih, okelah.

IMG_6661.JPG
Pantai Maron dari kejauhan (Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Jadi, pantainya tuh emang sih ombaknya lumaya gede, dan buat MF yang agak takut sama laut, itu serem. Tapi kalau nggak sampai nyebur laut okelah.

IMG_6663
Si Garuda lagi menikmati pantai juga rupanya he he he (Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

FYI aja sih, MF takut liat perairan yang dalem. Apalagi kalau warnanya udah biru tua gitu, hih serem >.< Trus liat hewan-hewan laut yang gede dan serem itu, bikin bulu kuduk berdiri. Waktu nonton film Life of Pi juga MF mikir, ‘Si Pi Patel nggak takut apa tuh, di kapal sama harimau, di tengah laut terombang ambing berhari-hari lagi’, itu serem. Apalagi pas di pulau karnivora yang ada semacam palung trus bersinar itu, bagus sih cahayanya tapi serem tauk!

Dan satu lagi film tentang bencana di laut dan pulau yang menurut MF serem, yaitu Cast Away juga, pas adegan Chuck Noland terombang-ambing di laut naik sampan buatannya. Okey, cukup karena kita nggak lagi bahas film. Belakangan MF tau kalau takut sama laut atau perairan yang dalam itu namanya Thalassophobia. Iya sih MF takut, tapi nggak setakut kalau liat lubang ya (Trypophobia). Kalau itu MF gamau bahas.

Kalau main di pantai MF masih seneng, tapi kalau udah suruh ke laut, di atas laut, liat laut langsung, MF takut. Beneran takut, meskipun kalau cuma liat gambar nggak begitu takut. Itu serem tauk, misal kamu nyebur di laut trus tiba-tiba ada hiu atau gurita raksasa di bawahmu, kan kamu nggak tau. Dan dunia bawah laut yang kata para diver itu indah, bagi MF itu serem.

Balik lagi, MF akhirnya mampir di salah satu warung yang ada disitu. Kami makan bekal yang kami bawa tadi. Ibu-ibu warungnya baik sih, kita boleh nitip barang disono tanpa kena biaya penitipan hehehe.

Di pantai itu ada banyak tentara. Entah lagi pada ngapain, keliatannya sih cuma duduk-duduk aja gitu. Tapi nggak tau juga ya, males juga mau nanya-nanya.

IMG_6727
Little Khrisna jauh-jauh dari India trus terdampar di Pantai Maron ha ha ha (Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

MF juga kecewa ini pantai kenapa kotor banget. Kotornya nggak tanggung-tanggung gitu. Jadi pasir pantainya itu hitam dan berbatu, trus banyak banget sampah di pinggir pantai. Mungkin ini sampah bawaan dari laut kali ya. Disini banyak orang yang mancing, macing hiu kali ya, hehehe. Kebanyakan sih bapak-bapak yang mancing.

IMG_6729
Gilaaak kotornya amit amit (Dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300)

Mau jalan ke mulut pantai aja susah karena banyak batu dan kita harus menghindari sampah. Sampahnya juga macem-macem, bahkan ada beling dan kaca segala.

Tapi udah sampai di sini, mending dimanfaatin aja. Jadilah kami berfoto ria πŸ˜€ Satu yang bagus di sini, langitnya pas biru. Nggak cerah-cerah amat sih, agak mendung tapi nggak hujan dan langit masih biru. Jadi nggak panas gitu main di pantai.

Udah sih gitu aja kami mah, hehehe. Mau puas-puasin main juga terhalang sama sampah, jadi agak gimanaaa gitu. Yang penting kami tau dan udah pernah ke pantai Maron, hahaha.

Walaupun ini pantai nggak seperti apa yang kami bayangkan, tapi trip ini epic buat kami. Liburan itu nggak melulu musti ke tempat wisata yang rame banyak orang gengs, kamu bisa kunjungi tempat yang bahkan orang lain ogah kesono, hehehe. Pokoknya nggak kapok ngetrip lagi hahaha πŸ˜€

IMG_6750
Bonus nih, langitnya keren banget ya biru gitu (Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s