Pesona Curug Lawe, Air Terjun di dalam Hutan

Ehey jalan-jalan lagi kita 😀

Kali ini MF ke Curug Lawe. Curug Lawe itu air terjun yang ada di Gunung Ungaran. Sekitar dua jam dari Semarang. Namanya juga gunung jadi ya dingin, hehe.

Kebetulan MF ke Curug Lawe karena acara SDT, semacam makrab gitu deh. Kesana bareng-bareng temen satu angkatan, wuih banyak ya!

Masih hijau banget kan? (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Masih hijau banget kan? (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Namanya rombongan banyak pasti kesana naik kendaraan yang muat banyak donk ya. Dan MF naik truck TNI. Ini pertama kali MF naik truck TNI, biasanya cuma liat di pinggir jalan gitu. Asyik sih, cuman berisik suaranya, hehe.

Lokasi Curug Lawe berada di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Ungaran. Nah MF kesana nggak langsung ke Curug Lawe, tapi menginap di lapangan Desa Kalisidi dulu.

Perjalanan ke Desa Kalisidi memang sudah bagus, jalanan diaspal dan tidak rusak. Tapi, jalanan sempit dan menanjak. Lebar jalanan cuma bisa dilalui satu truck, kalau mau simpangan udah susah banget, paling mentok kalau papasan sama mobil, mobilnya yang ngalah masuk ke halaman warga.

Sempet truck yang MF tumpangi hampir mati mesinnya, wiih deg degan itu, gimana kalau merosot? Belum sampai udah balik lagi karena jatuh. Amit amit dah!

Lapangannya beralas tanah merah dan kering, walaupun waktu itu sedang musim hujan. Memang lapangan tak jauh dari pemukiman penduduk, tapi disana disediakan kamar mandi jadi untuk yang berkemah disana jangan khawatir. Selain dekat dengan kamar mandi, dekat juga dengan kandang sapi. Mungkin milik warga yang tinggal di sekitar situ.

Pemandangan dari lapangan Desa Kalisidi keren banget! Di belakang terdapat hamparan sawah dengan background gunung, wuiih kalau pagi keren, serius keren!

Kalau mau bermalam di lapangan ini, harus ijin dulu ya, apalagi kalau bawa massa banyak, biar nggak digrebek, hehehe 😀

Paginya, MF dan teman-teman menuju Curug Lawe. Tapi kali ini tidak menggunakan truck TNI. Mungkin karena terlalu berat jadi nggak bisa naik ya, jadinya MF naik truck biasa menuju puncak. Elaah menuju puncak kayak apa aja, hehe.

Memang untuk menuju sini tidak ada transportasi umum, jadi ya pakai transportasi pribadi atau sewa mobil aja. Atau kalau mau kayak MF ya naik truck 😀

Satu bak truck diisi kurang lebih 20 orang, jadi ya lumayan lah berat juga. Lagi-lagi jalanan yang dilalui sempit, tapi mulus beraspal. Dan nggak hanya itu kita bisa lihat pemandangan pohon-pohon cengkeh yang tertata rapi. MF jadi inget game FarmVille di Facebook kalau liat ginian.

Sekitar setengah jam akhirnya sampai juga di gerbang menuju Curug Lawe. Sampai ke Curug Lawe nggak langsung sampai ke air terjunnya donk, jadi kita musti jalan dulu melewati jurang dan hutan. Wiih agak serem kedengarannya, tapi hutannya bagus kok, masih hijau dan lebat gitu. Kadang kita bisa denger suara hewan-hewan yang menggema diantara pepohonan, ciyeeh ^_^

Jalanan menuju Curug Lawe juga nggak melulu naik. Ada datarnya, ada turunannya, tanjakan so pasti ada. Ada yang udah rata jalannya, ada juga yang masih tanah. Dan nggak sedikit kita melewati sungai dengan batu-batuan besar. Saran aja sih, kalau kesini pakai sendal gunung, atau kalau mau pakai sepatu juga boleh tapi resiko basah. Jangan pakai sendal karena licin. Mau nggak pakai alas kaki juga terserah deh, tapi resiko kaki digigit lintah, hiiiiii……

Pepohonannya keren (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Pepohonannya keren (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Di sepanjang jalan menuju Curug Lawe kamu bakalan ketemu beberapa air terjun mini. Yaa sebelum takjub dengan air terjun Curug Lawe yang besar, kamu liat dulu yang kecil. Dikhawatirkan nanti pingsan saking senengnya liat air terjun, hehehe :p

Nih mini air terjun (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Nih mini air terjun (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Kamu juga bakalan nglewatin jembatan yang unyu gitu. Jembatan kayu yang bawahnya ada sungai besar. Buat foto-foto keren tuh.

Akhirnya setelah kurang lebih satu jam, MF dan teman-teman sampai juga di Curug Lawe.

Wuiiih setelah perjalanan yang melelahkan dan medan yang berbahaya akhirnya sampai juga MF di depan air terjun Curug Lawe. Keren banget ini air terjun!

Tinggi, bersih, jernih, dingiiiinnn…….

Tinggi, Bersih, Dingin... Brrrr (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Tinggi, Bersih, Dingin… Brrrr (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Bebatuan di sekitar Curug Lawe juga masih bagus banget. Masih banyak lumut yang berarti masih asri banget donk. Coba hirup udara dalem dalem daaaan, hhhmmmmmm……… segeeeeerrr………

Bebatuan di sekitar air terjun, masih asri banget banyak lumutnya (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Bebatuan di sekitar air terjun, masih asri banget banyak lumutnya (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

MF coba minum langsung dari air terjun, seger bray! hahaha 😀

Minum langsung dari ataaasss!!!! (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Minum langsung dari ataaasss!!!! (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Nggak di alam nggak di kota tetep aja ada yang pacaran. Untung ini lagi rame, bahaya tuh mbak kalo berdua ama pacarnya aja di hutan, nggak serem?

Lingkungan memang masih sangat-sangat bersih, tapi karena oknum-oknum pengunjung yang nggak sadar lingkungan jadi ya ada beberapa sampah plastik nyebelin di beberapa sudut tempat. Mbok ya disimpen dulu sampe ketemu tempat sampah, baru deh buang.

Lama-lama capek juga dan akhirnya MF memutuskan untuk kembali. Jalan menuju Curug Lawe kayaknya cuma satu deh, soalnya MF pulang juga lewat jalur yang sama. Okey deh!

Malem harinya, ada malam pentas seni gitu. Trus di akhir acara kami melepaskan lampion di udara, wiiih keren kaaan 😀

Yeay lampionnya terbang (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Yeay lampionnya terbang (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Advertisements