Sate Buntel H Kasdi Solo

Salam makan-makan!

Kali ini MF bakalan review makanan dari Solo. Entah ini khas Solo atau enggak ya, kayaknya iya deh. MF nyoba ini karena MF penasaran sama bentuknya, so pasti rasanya juga lah.

Inilah sate buntel…..!

Inilah sate buntel (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Inilah sate buntel (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Sate buntel ini dibuat dari bahan daging kambing yang dihaluskan lalu disatukan dalam tiga tusuk sate, lalu dikepal-kepal hingga berukuran satu kepalan tangan kemudian dibungkus dengan alumunium foil dan dibakar. Yang masih mentah, a.k.a belum dibakar, bentuknya kayak Chum nya si Plankton, hahaha.

Namanya juga buntel, ya bakarnya juga di buntel. Buntel dalam bahasa Jawa artinya bungkus, jadi ya serba bungkus gitu.

Tampilannya seperti sate lilit Bali, tapi tusuknya tetep tusuk sate dari bambu gitu nggak pakai tusuk batang serai kayak sate lilit. Bumbunya juga pakai bumbu kecap.

Sate buntel sebelum dibakar (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Sate buntel sebelum dibakar (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Menurut MF, sate buntelnya enak, empuk dan nggak bau kambing. Cuman yang bikin MF agak kurang sreg bumbunya itu loh. Nggak masalah sih bumbu kecap, tapi nggak pedes. Cuman kecap, irisan bawang merah, irisan tomat, sama irisan kol, udah itu aja nggak ada cabai-cabainya. Padahal waktu itu MF udah bilang pedes dan masnya jawab “iya!.”

Kalau mau pedes pakainya merica bubuk yang ada di meja situ. Tapi ya namanya merica, pedesnya beda juga kan ama cabai. Pelajaran kalau kesini bawa cabe bubuk sendiri hehehe.

Untuk lokasi, terletak di depan Pasar Ayu Balapan, dekat stasiun Solo Balapan, cari aja tuh nama rumah makannya “Sate Kambing ‘H Kasdi'”. Menunya juga nggak cuma sate buntel dan sate kambing, ada juga tengkleng, tongseng, gule, dan nasi goreng.

Pasar Ayu Balapan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Pasar Ayu Balapan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Untuk masalah tempat makan yaa lumayan laah, standar rumah makan nyaman. Cuman mungkin karena kemaren pas MF kesana lagi rame jadi pelayannya ribet beresin meja sama melayani pelanggan, jadilah agak berantakan.

Harga nasi + sate buntel satu porsi Rp 18.000. Itu belum pakai minum, paling pakai air mineral pas lah Rp 20.000. Satu porsi sate buntel nggak sebanyak sate kambing biasa ya yang biasanya ada 10 tusuk, kalau sate buntel cuma 2 tusuk! Iya cuma dua tusuk.

Spanduk rumah makan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Ini nih penampakannya dari luar (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Kalau masalah pelayananan si mas-mas yang jual ramah sih, kamu mau tanya-tanya sama dia juga mungkin bakal ditanggapin, asal nggak tanya yang aneh-aneh!

Udah kayaknya segini dulu reviewnya, kalau mau ngerasain ya udah kesana. Eh tapi setelah makan sate buntel, MF jadi ketagihan sate buntel nih, yang tau lokasi sate buntel yang enak banget boleh kok komen, mari 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s