Review Film Chappie

Hay bray? Gimana Liburannya? Udah mau kelar? Udah mau masuk? Eh, udah ada yang kembali beraktifitas seperti biasa? Yasudah nikmati sajalah, MF mah masih sebulan lagi, heheh

Dengan masih banyaknya liburan, jadi MF sering nonton film, makanya jadi sering review. Kali ini, MF bakal review film Chappie. Yap, film nya masih baru, baru rilis bulan Mei 2015. Ada yang udah nonton? pasti ada lah yaa, dan yang belum nonton? masih banyak hehehe. Mau nunggu tayang di TV Indonesia? Nggak usah ngarep banyak deh, kecuali kalo kamu langganan TV kabel.

Chappie saat adegan menghancurkan mobil (Koleksi pribadi)
Chappie saat adegan menghancurkan mobil (Koleksi pribadi)

Yosh! kita mulai aja. Chappie itu awalnya robot polisi, yang diciptakan untuk membantu polisi di Johannesburg untuk membasmi tindak kriminalitas yang sangat tinggi disana. Robot ini diciptakan oleh Insinyur Inggris, Deon Wilson (Dev Patel). Keberhasilannya mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan dan banyaknya pemesanan robot polisi yang diberi nama Scout ini. Namun, salah satu rekan kerjanya, Vincent Moore (Hugh Jackman), yang juga membuat robot penumpas kejahatan yang diberi nama Moose ini merasa iri dengan keberhasilan robot Scout. Karena ukuran Moose yang jauh lebih besar dan kurang fleksibel, jadi tak menjadikannya robot polisi seperti Scout.

Singkat cerita, Deon ingin membuat robot yang dapat berpikir dan memiliki perasaan seperti manusia. Namun, banyak cemoohan dan ejekan yang mengatakan itu tidak mungkin. Sampai akhirnya, Deon diculik oleh kelompok gangster yang menginginkan Deon menciptakan robot gangster untuk mereka. Akhirnya, karena ancaman dan sakit hatinya telah dilecehkan, akhirnya Deon meng-iyakan tawaran gangster itu, Ninja (Watkin Tudor Jones), Yolandi (Yolandi Visser), dan Amerika (Jose Pablo Cantillo).

Berhasillah robot gangster itu dibuat, dan kemudian diberi nama Chappie. Namun, Deon telah menanamkan pikiran positif di otak Chappie agar ia tidak berbuat jahat. Tapi yaa, karena hidup di dunia gangster, nggak bisa donk murni jadi baik gitu?
Suatu ketika, Vincent Moore membuntuti Deon yang pergi ke markas gangster itu untuk mengajari Chappie, naah! terbongkar sudah rahasianya. Akhirnya, Moore membuat kekacauan untuk membunuh Deon beserta ciptaannya, mulai dah tuh perangnya. Akhirnya Amerika terbunuh oleh Moose, dan Deon terluka. Akhirnya tinggallah disini Chappie, Ninja, dan Yolandi. Namun sayang, Yolandi pun akhirnya terbunuh. Disini ada bagian yang mengharukan, dimana Yolandi meninggal dan dikuburkan oleh Ninja.

Sebelumnya, Chappie sudah memindai pikiran Deon ke sebuah robot Scout yang lain, sehingga Deon tidak meninggal, tapi tubuhnya diganti di sebuah robot. Tak ingin ibunya meninggal, Chappie pun melakukan hal yang sama pada Yolandi agar ia dapat hidup kembali.

Yosh! cerita yang mengharukan. Eits, tapi pokok bahasan disini adalah tentang robotnya. Iya robot, keren banget gitu, nggak kelihatan animasinya. Robotnya sendiri diperankan oleh Sharlto Copley, yang berperan sebagai Chappie dalam gerakan maupun pengisi suara. Nggak tanggung-tanggung juga ni film, mobil Mercy dihancurin pas adegan Chappie disuruh minta mobil si Ninja. Coba Indonesia bisa bikin film action animasi gini, keren kan tuh.

MF juga bayangin, misal polisi di Indonesia dibantu kerjanya sama robot gitu, bakalan hemat biaya dan tenaga mungkin ya. Ya emang sih bakalan mahal bikinnya, tapi kan bisa membantu. Lagian kalau kena tembak nggak bakal mati kan tuh robot, paling rusak kalo udah di lindas berkali-kali. Misal ditilang sama polisi robot, nggak mungkin dia minta uang damai, hahaha. Nggak usah kasih uang lembur, trus kalo robot-robot ini jaga kerusuhan di tempat konser, kan keren tuh orang-orang yang rusuh bisa langsung di samber. Yah tapi kan itu cuma khayalan MF, tapi ya kalo petinggi-petinggi negara kita nonton film Chappie dan mempertimbangkan robot ini untuk digunakan di Indonesia, MF sih mendukung ya šŸ˜€

Yap, ini recommended banget buat ditonton, tapi ya remaja keatas ya, bukan untuk anak-anak. Karena banyak adegan kekerasan dan kata-kata kotor disini. FYI ya, MF baru tau kalau Yolandi dan Ninja itu grup musik di Afrika Selatan loh, nama grup nya Die Antwoord, dan mereka udah punya anak juga loh, namanya Sixteen Jones.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s