Menjenguk Nenek Moyang di Sangiran

Halluuuu! Tahun baru ini MF pergi ke Sangiran. Tau Sangiran tempat apa? Nggak tau? seriusan? Eh itu ada yang tau 😀
Yap bener! Sangiran itu museum purbakala yang ada di Sragen, Jawa Tengah. Kalau dari Solo sekitar satu jam an lah. Museum ini sendiri nggak berada di pinggir jalan utama, jadi masuk dulu sekitar 5 kilo meter an. Tapi bagusnya, jalan udah aspal dan rata, jadi mau 5 kilometer, mau 10 kilometer santai aja. Museum nya berada di perkampungan penduduk gitu, dan daerahnya masih deket hutan jadi masih asri gitu.

Gapura memasuki Museum Sangiran (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Gapura memasuki Museum Sangiran (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Kebetulan banget pas MF kesitu pas tanggal 1 Januari, jadi sempet macet juga jalan menuju museum gara-gara ramenya pengunjung. Mengenai udara disana masih seger, hirup udara kenceng-kenceng juga seger banget, agak dingin-dingin gitu, tapi nggak sampe menggigil laah.

Hutan dibelakang toilet museum, masih asri banget (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Hutan dibelakang toilet museum, masih asri banget (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Disana yaa, namanya museum manusia purba, belum pada kenal baju. Tapi tenang aja, anak-anak boleh masuk kok, bukan area 18+. Namanya juga museum tempat pendidikan, perlu juga pengenalan disana donk ya. Kalau MF disana sih berasa di Madame Tussaud, tapi bedanya ini bukan aktor atau artis atau tokoh terkenal, ini manusia purba hehehe.

Tempatnya guedee banget, nggak tau sih berapa hektar. Di sepanjang jalan sebelum masuk gapura Museum, banyak rumah-rumah yang menjual berbagai kerajinan tangan, seperti kayu ukir, batu ukir, dan pernak pernik lainnya. Mungkin kalau sekarang bakal jual batu akik juga ya, hehehe. Cukup melelahkan untuk masuk di tiap ruangan penampil museum, karena ruangannya terdiri dari beberapa gedung dan jalan naik turun, banyak tangga.

Fosil kepala hewan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Fosil kepala hewan (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Diorama kehidupan manusia purba (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Diorama kehidupan manusia purba (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Belajar dulu sama kakek, hehehe (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Belajar dulu sama kakek, hehehe (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Dari segi bangunan sih bagus bangunannya, tertata rapi, dan dalam bangunan juga nggak terlalu serem, dan lagi ada pendingin ruangannya. Disana ada juga ruang pertunjukan dimana kita bisa nonton film tentang yaaa manusia purba gitu deh, tapi pas MF kesana nggak nonton soalnya musti pakai minimal orang gitu, nah MF kan nggak banyak bawa massa jadi ya nggak jadi nonton deh.

Sangat disayangkan, toiletnya kotor dan sampah berserakan dimana-mana. Iya tau kalau itu tempat wisata lagi rame, tapi yaa seharusnya dirawat, justru karena rame itu jadi lebih dibersihin agar mereka bisa bercerita ke orang lain betapa bersih dan rapi disana.

Sebelum pulang, berdoa dulu untuk nenek moyang (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Sebelum pulang, berdoa dulu untuk nenek moyang (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)

Oh ini nih yang paling ditunggu, berapa sih tarif masuk ke Museum Sangiran? Untuk wisatawan domestik Rp 5.000/orang, untuk wisatawan mancanegara Rp 11.500/orang, kalau untuk pemutaran film Rp 60.000/rombongan. Perlu diingat, museum ini buka tiap Selasa sampai Minggu, pukul 08.00 – 16.00 WIB, ingat Senin tutup.
Okey mungkin ini dulu yang bisa MF bagi ke kamu semua bray, salam travelling 😀
eits, ini ada video MF pas lagi disana, yaa cuma kasih tau ramenya disana kayak apa biar bisa kebayang hehehe

Advertisements

Review Film Chappie

Hay bray? Gimana Liburannya? Udah mau kelar? Udah mau masuk? Eh, udah ada yang kembali beraktifitas seperti biasa? Yasudah nikmati sajalah, MF mah masih sebulan lagi, heheh

Dengan masih banyaknya liburan, jadi MF sering nonton film, makanya jadi sering review. Kali ini, MF bakal review film Chappie. Yap, film nya masih baru, baru rilis bulan Mei 2015. Ada yang udah nonton? pasti ada lah yaa, dan yang belum nonton? masih banyak hehehe. Mau nunggu tayang di TV Indonesia? Nggak usah ngarep banyak deh, kecuali kalo kamu langganan TV kabel.

Chappie saat adegan menghancurkan mobil (Koleksi pribadi)
Chappie saat adegan menghancurkan mobil (Koleksi pribadi)

Continue reading “Review Film Chappie”

Review Film Annabelle

Bermula dari pasangan suami istri yang sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka, dan kegemaran sang istri mengoleksi boneka porselen. Hingga pada suatu malam, sang suami memberikan sebuah hadiah boneka porselen, yang ternyata Annabelle…. jeng jeng….

Koleksi pribadi
The Demon (Koleksi pribadi)

Continue reading “Review Film Annabelle”

Belajar Membatik di Kampung Batik Laweyan

Yosh! ini liburan singkat MF di Solo. Iya singkat, orang cuma sehari doank. Walaupun sehari, tapi berkesan buat MF, kenapa? soalnya liburannya nggak cuma foto-foto, makan-makan, duduk-duduk, liat-liat doank! Tapi MF juga belajar, belajar membatik, hehehe. Nggak tanggung-tanggung, MF langsung datengin pusat pembuatan batiknya, yup! di Kampung Batik Laweyan Solo.

Spanduk Batik Puspita Mekar (dokumentasi pribadi, taken by Canon Photoshot A2300)
Spanduk Batik Puspita Mekar (dokumentasi pribadi, taken by Canon Photoshot A2300)

Sebenernya ini bukan kali pertama sih MF membatik, waktu SMP kelas 9 udah pernah, tapi nggak full, namanya juga kerja kelompok musti berbagi kan. Tempat membatik yang MF datangi namanya Batik Puspita Mekar, milik Bapak Haji Mufid. Dari depan terlihat seperti butik biasa, tapi dalamnya, beuh… kita bisa membatik sepuasnya, hehehe.

Continue reading “Belajar Membatik di Kampung Batik Laweyan”