Monumen Lambang Perjuangan Rakyat Bali

Jadi ini ceritanya hari terakhir MF ada di Bali. Kalau ditanya sedih apa nggak, jelas sedih sih ya, soalnya belum explore Bali secara luas (udah nggak usah mewek!).

Okey, so MF hari ini ke Monumen Bajra Sandhi, di Renon, Denpasar. Jadi Monumen Bajra Sandhi ini kalau dari Pantai Kuta sekitar 30 menit naik mobil. Deket kan? Jadi kalau kamu lagi di Pantai Kuta, sempetin juga mampir ke Monumen Bajra Sandhi. Kenapa sih? Nih MF kasih alasan kenapa kamu musti kesana 😀

Jadi Monumen Bajra Sandhi itu dibuat untuk memberi hormat pada para pahlawan dan sebagai lambang jiwa perjuangan rakyat Bali dari generasi ke generasi serta lambang semangat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bangunannya juga penuh filosofi, jadi begitu mau masuk pintu utama ada tangga yang berjumlah 17 anak tangga, coba kalau kesana hitung deh. Trus di dalam gedung ada 8 buah tiang, juga tinggi Monumennya 45 meter. Wiih keren yak, 17-8-’45.

Di dalam Monumen Bajra Sandhi banyak banget diorama, kebanyakan tentang perlawanan rakyat Bali pada zaman penjajahan dulu. Jadi semakin menghargai sejarah 🙂
Btw, di dalamnya ada tangga menuju lantai atas, bentuknya melingkar gitu, hati-hati aja siapa tau pusing trus jatuh, hehehe 😀

Diorama di Monumen Bajra Sandhi, Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Diorama di Monumen Bajra Sandhi, Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Diorama di Monumen Bajra Sandhi, Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Diorama di Monumen Bajra Sandhi, Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Diorama di Monumen Bajra Sandhi, Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Diorama di Monumen Bajra Sandhi, Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Keris di Monumen Bajra Sandhi, dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Keris di Monumen Bajra Sandhi, dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300

Nah itu ada juga keris asli Indonesia, jadi negara lain jangan ngaku-ngaku punya keris deh ya! >.<

Di lantai 2, kita bisa lihat daerah sekitar Monumen Bajra Sandhi karena disana terdapat ruang melingkar dengan kaca disekelilingnya, jadi kita bisa puas lihat kebawah. Dan nggak cuma dalam monumen yang keren, di luar monumen juga keren banget. Rumput hijau dan pepohonan yang mengelilingi monumen, trus ada lapangan yang luas juga yang biasanya digunakan untuk sepak bola.

Pemandangan dari atas monumen, dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Pemandangan dari atas monumen, dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Pemandangan di luar Monumen Bajra Sandhi, dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Pemandangan di luar Monumen Bajra Sandhi, dokumentasi pribadi taken by Canon PowerShot A2300

Karena di awal MF udah bilang kalau ini hari terakhir MF di Bali, jadi MF langsung pulang deh ke Jawa. Pas sampai di Gilimanuk udah sore, jadi otomatis nyebrang selat juga sore pas matahari terbenam. Keren banget, jadi berasa terbayar karena kemarin nggak jadi lihat sunrises, hehehe.

Sunset di selat Bali (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Sunset di selat Bali (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Kapal dengan background siluet matahari (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Kapal dengan background siluet matahari (dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300)
Advertisements

Finally I Meet Her!

Sippirillyyyy……!

Jadi inget telenovela Carita De Angel, si Dulce Maria sering teriak “Sippirilly!” kalau dia lagi seneng. Eits, tapi MF nggak cerita soal telenovela ini kok, flash back aja, hehe.

Jadi planning kali ini MF mau nonton Tari Barong di Jambe Budaya, Batubulan, Gianyar. Dan nggak cuma itu, MF juga janjian ketemuan sama temen MF disana, yaitu Bella. MF kenal Bella dari Facebook beberapa tahun lalu, dan ini pertama kali MF kopdar sama kenalan dari sosmed, hehehe. Yap, Bella orang Bali, jadi pas ke Bali MF hubungi dia. Sebelumnya sempet khawatir bisa nggak ya ketemu sama Bella, trus MF infoin kalau MF bakalan ke Jambe Budaya. Kata dia, Jambe Budaya deket sama rumahnya, jadilah MF disamperin di Jambe Budaya.

Sedikit cerita tentang Jambe Budaya. Jadi Jambe Budaya ini tempat pentas pertunjukan tari, nggak cuma Tari Barong, ada juga Tari Kris, Tari Pendet, pertunjukan musik dari gamelan Bali, dan juga ada pertunjukan humor nya, kalau kata orang Jawa sih, dagelan. Ke ruang menontonnya, kita nggak langsung masuk terus duduk, jadi kita musti naik tangga dulu, baru deh sampai di muka pintu. Di muka pintu situ ada dua mbak-mbak, yang satu mbak yang pake baju adat Bali dan satunya lagi mbak yang bantuin ambil foto, dan kita dibolehin free photo sama mbaknya pake kamera si mbak. Nggak mau rugi, MF minta foto sama mbak yang pakai baju adat dengan kamera MF. Ribet nggak bahasanya? nggak kan, okey lanjut.

Bentuk tempat menontonnya kayak di bioskop gitu, dari depan bawah terus naik sampai ke belakang atas. Kursi hanya terbatas didepan panggung, jadi yang bentuk tangga tempat duduknya cuma dudukan dari semen gitu. Begitu semua duduk, kita dibagiin urutan jalan cerita oleh petugasnya. Info aja ni, di Jambe Budaya ada dua kali pentas, pertama sekitar pukul 09.30 WITA, yang satunya kayaknya malam deh, ya pastikan aja kamu kesana di waktu yang tepat ya.

Tari Barong di Jambe Budaya, Dokumentasi Pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Tari Barong di Jambe Budaya, Dokumentasi Pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Gamelan Bali, Dokumentasi Pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Gamelan Bali, Dokumentasi Pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Pemain drama disela-sela pertunjukan tari. Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Pemain drama disela-sela pertunjukan tari. Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Penari di awal pertunjukan. Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Penari di awal pertunjukan. Dokumentasi pribadi, taken by Canon PowerShot A2300
Special pic Barong and Rangda, dok. pribadi taken by Canon PowerShot A2300
Special pic Barong and Rangda, dok. pribadi taken by Canon PowerShot A2300

Kembali ke cerita Bella, disini MF duduk di tempat paling atas sambil nungguin Bella. Agak cemas juga kalau Bella nggak boleh masuk (nggak masuk akal juga nggak boleh masuk, hihihi). MF celingak celinguk berkali-kali nengok pintu masuk yang ada di belakang, belum ada Bella. Celingak celinguk lagi, belum ada lagi. Beberapa menit kemudian, pas lagi meleng, eh ada cewe masuk celingak-celinguk juga, dia panggil namaku daaaaaan itu beneran Bella.

Kalau kata SMOSH sih “Surprisingly Good”, hehehhe

Nggak nyangka bisa ketemu temen disini. Kalau ditanya seneng apa nggak? pastinya seneng banget dong. Nggak sia-sia selama ini, hehehe 😀
FYI aja, Bella juga suka L’Arc~en~Ciel kayak MF, jadi disinilah permulaan pertemanan kami.

Di akhir pertunjukan, kita boleh kok foto-foto sama Barong. Barongnya udah ditata ditengah panggung dan kita free mau foto berkali-kali sama Barong. Tadinya MF pengen foto sama Rangda, eh taunya Rangda nya dimasukin, mungkin karena terlalu sakral kali ya?

FYI ni, foto MF sama gadis Bali tadi ternyata dicetak dan dijadiin gantungan kunci, kita boleh bawa pulang asal bayar Rp 10.000. Oiya, Bella juga kasih kenang-kenangan buat MF, tapi maaf ya MF nggak prepare, jadi nggak bisa kasih Bella apa-apa. I hope we will meet again, see you soon Bell 🙂 .